Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi produktivitas, kesehatan, dan keselamatan pekerja, terutama pada sektor informal yang memiliki beban kerja tinggi. Untuk membantu mengukur tingkat kelelahan kerja secara lebih spesifik, penelitian ini mengembangkan instrumen baru bernama Unimma Work Fatigue Instrument (UWFI).
Penelitian dilakukan secara non-eksperimental dan bersifat deskriptif dengan melibatkan 38 pekerja wanita dari sektor informal, seperti home industry pembuat kudapan dan keripik tahu. Pengumpulan data dilakukan secara prospektif menggunakan kuesioner UWFI yang dikembangkan melalui studi literatur dan modifikasi instrumen KAUPK2.
Instrumen UWFI terdiri dari 23 poin pertanyaan yang mencakup lima dimensi utama, yaitu perubahan suasana hati, kesulitan berpikir, masalah tidur, perubahan fisik, dan efek terhadap pekerjaan. Setiap dimensi dirancang untuk menggambarkan kondisi kelelahan kerja secara lebih menyeluruh, baik secara mental maupun fisik.
Proses pengisian kuesioner dilakukan langsung oleh responden dengan pendampingan tim peneliti untuk membantu jika terdapat kendala dalam pengisian. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan SPSS 17 melalui uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa UWFI memiliki potensi sebagai instrumen pengukuran kelelahan kerja yang valid dan reliabel bagi pekerja sektor informal. Kehadiran instrumen ini diharapkan dapat membantu identifikasi dini terhadap kelelahan kerja sehingga upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan kerja dapat dilakukan secara lebih efektif.