Sistem air conditioning (AC) pada kendaraan umumnya memanfaatkan tenaga mesin sehingga berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi bahan bakar dan emisi lingkungan. Namun, panas yang dihasilkan kondensor AC sebenarnya masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.
Penelitian yang dilakukan oleh Retno Rusdjijati dan tim mengembangkan sistem manajemen termal terintegrasi yang menggabungkan fungsi AC kendaraan dengan pemanas air. Sistem skala laboratorium dirancang untuk menganalisis perilaku termodinamika refrigeran serta mengevaluasi performa sistem pada berbagai laju aliran air pendingin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem ini mampu meningkatkan nilai Energy Efficiency Ratio (EER), yang berarti efisiensi energi sistem menjadi lebih baik. Panas buangan dari kondensor AC yang sebelumnya terlepas ke lingkungan kini dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air secara efektif.
Salah satu aplikasi potensial dari inovasi ini adalah pada bus antarkota, khususnya untuk menyediakan air hangat pada toilet di dalam bus. Selain meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh, teknologi ini juga mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan sistem transportasi modern.
Penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan waste heat dari sistem AC kendaraan dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan pada sektor transportasi.(RRU, dkk)