Sistem refrigerasi kompresi uap merupakan salah satu teknologi pendinginan yang paling banyak digunakan dalam aplikasi industri maupun komersial. Penelitian ini menganalisis perilaku termodinamika dan efisiensi energi dari sistem tersebut dengan dua konfigurasi kondensor, yaitu air-cooled condenser (ACC) dan water-cooled condenser (WCC).
Tujuan utama penelitian adalah membandingkan kinerja sistem berdasarkan Coefficient of Performance (COP) dan Energy Efficiency Ratio (EER) pada kedua jenis kondensor. Pengujian dilakukan selama 12 jam dengan pengumpulan data berupa tekanan refrigeran, suhu, serta konsumsi energi listrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dengan WCC memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan ACC. Kondensor berbasis air mampu meningkatkan pelepasan panas sebesar 5,7% serta meningkatkan kapasitas pendinginan sebesar 4,2%. Selain itu, sistem WCC juga menunjukkan duty cycle kompresor yang lebih rendah dan konsumsi energi listrik yang lebih hemat.
Dari sisi efisiensi energi, sistem WCC menghasilkan nilai EER sebesar 5,658, jauh lebih tinggi dibandingkan sistem ACC yang hanya mencapai 1,945. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kondensor berpendingin air dapat meningkatkan efisiensi sistem refrigerasi secara signifikan.
Integrasi water-cooled condenser dalam sistem refrigerasi kompresi uap terbukti lebih efisien dan ekonomis, sehingga sangat potensial untuk diterapkan pada aplikasi komersial, khususnya di wilayah beriklim tropis yang memiliki kebutuhan pendinginan tinggi. RRU dkk